Inilah Rahasia Dibalik Kenikmatan Kopi Nescafe
Proses pembuatan kopi Nescafe terdapat di Propinsi Lampung. Kopi yang digunakan untuk membuat kopi instan Nescafe berjenis robusta yang perkebunannya terletak di Desa Ngarib, Ulu Belu, Lampung.

Demi menghasilkan kopi terbaik dengan cita rasa tinggi, bibit unggul kopi didatangkan dari Jember, Jawa Timur. Menurut R. Wisman Djaja, Supply Chain Director Nescafe, kualitas bibit kopi asal Jember sudah diakui dunia, pada aroma dan rasa kopi robustanya.
Sebelum mendapatkan biji kopi terbaik, maka terlebih dahulu bibit unggul kopi ditanam hingga dua tahun. Nantinya, satu pohon kopi bisa mengasilkan biji kopi dalam jumlah banyak.
Untuk mempercepat hasil biji kopi yang diinginkan, pihak Nescafe pun mengganti tanaman kopi yang sudah berusia 25 tahunan dengan 18 juta bibit kopi yang baru. Biji kopi yang didapatkan pun bukan sembarang, karena harus pula diukur dari segi warnanya.
Biasanya, menurut Wisman, biji kopi yang dipakai berwarna merah dan kuning.
"Kalau sudah menghasilkan biji kopi, maka dijemur selama satu bulan. Proses penjemuran inilah yang nantinya akan menghasilkan kopi dengan kadar air yang sedikit," paparnya.
Usai dijemur, maka untuk mengetahui biji kopi terbaik adalah dengan cara digigit. Dengan cara digigit, tambahnya maka akan diketahui tingkat kekeringan biji kopi. Jika biji kopi langsung pecah, itu tandanya sudah kering. Bila tidak, maka kadar airnya masih tinggi.
Kadar air pada kopi wajib diketahui sebab bila kandungan airnya masih tinggi, biji kopi akan mudah berjamur.
"Kadar airnya harus 12 persen. Kalau biji kopi disimpan dalam kadar air tinggi, maka akan cepat berjamur," jelasnya.
Pada proses penjemuran, biji kopi tidak boleh tersentuh tanah karena kopi memiliki sifat menyerap bau dengan mudah. Kontaminasi pada kopi pun bisa terjadi.
Kemudian, biji kopi yang sudah kering dikemas ke dalam karung yang kemudian dikirim ke pabrik Nescafe untuk dilakukan proses penggorengan. Selanjutnya, dilakukan pengecekan pada biji kopi untuk dipakai pada uji tasting. Nah, untuk melakukan tasting pada aroma dan rasa dari kopi, maka dibutuhkan tiga cangkir yang berisi 100 gram kopi.
"Uji tasting ini untuk mengetahui tingkat konsistensi rasa sehingga bisa ditemukan cacat rasa pada kopi," ujarnya.
Karena Nescafe adalah kopi instan, maka harus melewati proses pemisahan ampas sehingga bisa diolah menjadi bubuk kopi yang berkualitas. Prosesnya adalah ampas kopi harus dipisahkan, lalu kopi disangrai dan digiling. Di sini memerlukan teknik spesial untuk penyeduhan.
Saat diseduh, kopi akan mengeluarkan ampas yang kemudian dipisahkan. Nah, air kopi ini kemudian dikentalkan atau dievaporasi sehingga terbentuk zat larut pada kopi.
"Bila ampasnya sudah terpisah, makanya diisi air lagi, yang nantinya akan menjadi kopi lagi. Prosesnya sama seperti bikin susu bubuk," bebernya.
Lalu, proses penguapan yang dilakukan dengan temperatur tinggi, yakni 30 derajat Celsius agar rasa kopi tidakrusak.
"Kami ingin memisahkan air dari kopi yang larut, tapi tidak merusak rasanya, karena di dalamnya dibuat vakum," tuturnya.
Dia menegaskan, pembuatan kopi Nescafe tidak menggunakan bahan pengawet. Hasilnya, citarasa kopi Lampung akan terasa ketika dikonsumsi.
"Kalau kopi dibuat kering, maka otomatis akan awet. Apalagi kadar air hanya 12 persen, bakteri tidak bisa hidup, bakteri hidup karena butuh air. Makanya, kopi Nescafe tak memakai bahan pengawet," tutupnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar